Kapan O’i mau sekolah ??

Jul 2007 19:20:34 -070

TANDA-TANDA SIAP MASUK TK

Modalnya bukan cuma mandiri dan siap ditinggal di kelas. Kenali kesiapannya dengan melihat berbagai aspek perkembangan di bawah ini.

M asuk TK berarti anak masuk ke lingkungan baru. Ia harus bisa berinteraksi dengan orang lain yang belum dikenalnya, menyesuaikan diri dengan suasana serta ruangan dan alam yang sangat berbeda dari apa yang ia ketahui
sebelumnya. Tentunya si kecil tak bisa dilepas begitu saja memasuki dunia barunya tersebut, ia harus disiapkan lebih dulu. Kita sendiri yang sudah dewasa, pun, bila masuk lingkungan baru tanpa persiapan tentu akan canggung, kan?

Nah, berikut ini 4 faktor yang harus diperhatikan orang tua seperti dipaparkan Drs. Bambang Sujiono, M.Pd, kandidat Doktor Pendidikan Usia Dini (PUD) di Negeri Jakarta.

1. KESIAPAN FISIK

Aspek fisik meliputi motorik kasar dan halus. Pada motorik kasar, misal, anak sudah mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhnya untuk melakukan gerakan-gerakan seperti berlari, memanjat, naik-turun tangga, melempar bola,
bahkan melakukan dua gerakan sekaligus semisal melompat sambil melempar bola.

Aktivitas belajar di TK memang banyak mengandalkan motorik kasar. Karenanya, bila anak aktif bergerak, justru itu yang diharapkan. Nanti di TK dikembangkan aspek fisik yang lain seperti keseimbangan, kelenturan, daya tahan dan lainnya. Jadi jangan sampai anak itu, misal, kekuatan kakinya bagus tetapi keseimbangannya kurang sehingga gampang jatuh. Atau, baru main sebentar langsung capek. Semua aspek fisik yang menjadi bagian motorik anak, selanjutnya harus dikembangkan di TK.

Sedangkan motorik halus akan sejalan dengan pembelajaran yang diberikan di TK. Anak akan belajar menggunting, melipat, memasukkan bola-bola, memilih biji-bijian. Nah, itu semua pasti akan jalan bila ditunjang oleh fisik yang
bagus.

2. KESIAPAN EMOSIONAL

Kesiapan emosional yang paling penting menyangkut kemandirian. Paling tidak, ketika si anak berada di kelas, dia sudah duduk sendiri, tidak tergantung pada siapa-siapa, dan mau mengikuti perintah.

Kesiapan emosional lainnya ditunjukkan dengan kesiapan anak menerima situasi yang baru. Tentu wajar saja bila pada hari-hari pertama, anak menangis menghadapi situasi yang berbeda dari rumah. Akan tetapi, anak yang lebih siap, beberapa hari kemudian sudah mampu berbaur dengan teman-temannya dan siap menerima bimbingan serta pembelajaran. Dia sudah tidak lari-lari lagi di kelas ketika diminta duduk oleh gurunya.

Hanya mempersiapkan anak pada kesiapan sosialisasi saja. Artinya, kalau si anak sudah tak takut bertemu orang, menunjukkan minat untuk berkawan, berarti dia sudah siap. Ini memang harus disiapkan. Tetapi sebenarnya tak
cuma ini. Anak bukan hanya tidak takut berhadapan dengan orang lain, tapi juga mau mendengarkan orang lain. Kemampuan ini penting dalam bersosialisasi dan kalau guru bicara tetapi si anak lari ke sana-ke mari, maka rangsangan emosional yang diterimanya kurang lengkap. Jadi, anak juga harus diajarkan, bagaimana menjadi pendengar sebelum masuk TK.

3. KESIAPAN KOGNITIF

Salah satunya adalah kemampuan bahasa karena di TK anak diharapkan mampu memahami intruksi yang diberikan oleh guru. Ia pun diharapkan mampu menyampaikan pendapat, perasaan, dan isi pikirannya meski belum runtut.
Dengan demikian, anak juga harus memunyai perbendaharaan kosakata yang cukup untuk seusianya.

Bagaimana dengan baca-tulis? Kemampuan ini bukan menjadi syarat masuk TK.
Namun, bila anak sudah mampu melakukannya, disarankan agar orang tua mencarikan sekolah yang cocok untuknya. Bila anak sudah punya kemampuan menghitung, misal, dan dia dimasukkan ke TK dimana anak-anaknya bahkan belum
bisa menghitung 1 sampai 10, maka bisa-bisa potensinya malah hilang.

Untuk anak-anak seperti ini tentunya perlu penanganan khusus. Maksudnya, kita tak boleh menyamaratakan dengan teman-temannya yang lain karena potensinya berbeda. Jadi, kita harus betul-betul melihat keunikan masing-masing anak dan itu harus dijalankan secara individual.

Orang tua juga jangan berharap bahwa di TK itu anaknya nanti diajarkan baca -tulis dan matematika seperti di SD. Yang dilakukan di TK adalah mengajari anak mengenal dasar-dasarnya dan itu pun dilakukan lewat bermain. Contoh,
mengenali bentuk huruf, warna dan bentuk angka.

4. KESIAPAN SOSIAL

Di TK, anak berkumpul bersama teman-teman yang baru saja dikenalnya. Dia akan berusaha menyesuaikan diri dalam lingkungan sekolah yang baru. Ia pun akan mengenal aturan-aturan baru hidup bersama dan menyimak “pelajaran” dari guru-guru sambil belajar bersama teman-temannya.

Nah, kesiapan sosial dilihat dari kemampuan anak untuk tidak takut menghadapi orang asing, berani memasuki lingkungan baru dan tak ragu diajak berkomunikasi. Contoh, ada anak yang sudah berminggu-minggu sekolah masih
menangis jika ditinggal oleh ibunya. Ini berarti si anak masih takut berada di lingkungan baru. Beda dengan yang siap, biasanya mereka malah enjoy bila bertemu teman-teman baru.

AGAR ANAK LEBIH SIAP MASUK SEKOLAH

* Berikan informasi menyenangkan tentang TK sebagai pembentukan persepsi awal tentang sekolah. Misal, ia akan bertemu dengan teman-teman baru dan mainan baru. Ada juga guru-guru baru yang ramah dan baik. Di sana banyak mainan sehingga bisa bermain bersama teman-teman. Gambar-gambar di dinding kelasnya juga lucu-lucu.

* Di sisi lain, orang tua juga mesti menjelaskan konsekuensinya. Contoh, karena bermain bersama teman-teman, maka ia harus mau bergantian, juga patuh pada guru, dan tertib.

* Jelaskan pula kenapa ia “harus” masuk TK, apa tujuannya, dan apa saja yang akan didapat di TK. “Dengan sekolah di TK, Kakak akan banyak teman dan belajar banyak. Kan, Kakak katanya mau jadi anak pintar,” misal.

* Agar anak bisa memahami secara konkret bagaimana nantinya kala ia duduk di TK, lakukan dengan cara bermain peran. Misal, ibu jadi guru dan anak jadi murid atau sebaliknya. Malah kalau bisa, dalam bermain peran itu, tempat dan suasana ditata sedemikian rupa seperti di TK sungguhan. Ibu memberikan permainan-permainan yang sering diajarkan di TK. Dengan cara demikian, kita telah menyiapkan mental anak untuk siap masuk TK.

Sebaiknya orang tua sudah mulai memberikan gambaran ini jauh-jauh hari sebelum sekolah sesunggguhnya dimulai. Paling tidak tiga bulan sebelum anak masuk TK sehingga mental anak untuk sekolah pun telah kuat dan siap. Bila
perlu, lewatlah di depan sekolahnya atau masuk ke dalam kelasnya untuk beberapa hari sebelum sekolah dimulai. Hingga ketika tiba gilirannya masuk sekolah, tak ada kesulitan lagi. Malah anak akan senang dan bahkan bisa jadi
saat masuk di hari pertama, dia sudah percaya diri dan tak perlu ditemani masuk kelas oleh orang tua atau pengasuhnya.
ANAK SAYA, KOK, ENGGAK SIAP JUGA?

Bagaimana kalau si kecil ternyata belum siap masuk TK? Misal, sudah umur 5 tahun tapi masih enggan bersosialisasi alias masih takut ketemu orang. Dalam hal kemandirian, menurut Bambang, orang tua hendaknya jangan buru-buru
memvonis anak belum siap mental untuk sekolah hanya karena ia selalu menangis setiap kali masuk kelas. “Kecemasan-kecemasa n seperti itu lumrah terjadi pada anak, meski banyak juga anak yang percaya dirinya tinggi.”

Untuk itu, lanjutnya, orang tua harus bisa membujuk anak. Contoh, “Katanya Kakak mau jadi anak pintar, kok, enggak mau sekolah. Ada apa?” Bila ia menjawab takut, orang tua bisa melakukan bargaining dengan anak, semisal,
berjanji menemaninya, “Oke, deh, sekarang Bunda ikut temani kamu di kelas.”
Selama beberapa hari, orang tua boleh menemani anak di kelas. Setelah itu perlahan-lahan waktu bersama anak dikurangi sampai akhirnya orang tua hanya mengantar dan menjemput.

Bambang mengingatkan, dunia anak adalah dunia bermain. Karenanya, begitu anak bertemu dengan teman sebaya yang asyik bermain, apalagi ditambah permainan yang banyak di kelas, anak-anak yang tadinya pemalu pun akan lumer dan membaur bermain. “Prinsipnya, jangan karena enggak bisa ditinggal lalu anak ‘diperam’ terus di rumah. Nanti malah terhambat sosialisasinya. Usianya makin tinggi tetapi kematangan emosionalnya tidak tumbuh juga. Lebih baik cemplungkan saja tetapi lakukan secara bertahap.”

Tentunya orang tua jangan segan-segan untuk memberi tahu guru mengenai kondisi anak kita. Misalnya, anak sangat pemalu, guru bisa menciptakan suasana yang hangat dan akrab baginya. “Lama-lama anak akan merasa, ‘Oh, sekolah itu ternyata menyenangkan. ‘ Akhirnya, tanpa dibangunkan pun, ia akan segera sigap berangkat ke sekolah.”

Juga bukan berarti bila ada kekurangan di aspek lain, orang tua jadi minder memasukkan anaknya ke TK. “Justru dengan memasukkan ke TK, orang tua dan guru akan bersama-sama menambah kekurangan itu dan mengembangkan potensi yang sudah ada. Sekali lagi, dengan cara bermain dan tanpa paksaan.”

PENDIDIKAN DI TK SANGAT BERMANFAAT

Prinsip belajar di TK adalah bermain. Meski hanya bermain, tetapi banyak manfaatnya. “Anak bisa mengembangkan seluruh potensinya lewat bermain sehingga saat terjun ke sekolah formal sesungguhnya, dia bisa memahami keberadaan di lingkungannya bahwa ia punya tanggung jawab, bisa mengikuti peraturan, tata tertib, dan disiplin disiplin yang diberikan,” papar Bambang.

Di TK, anak jakan mendapatkan pelajaran-pelajaran baru semisal mengenal warna, bentuk, irama, dan lainnya lewat bermain. Lewat bermain pula, anak bukan hanya bisa mengembangkan otot-ototnya, baik otot besar maupun otot halus seperti perkembangan motorik kasar dan halus, tapi juga bisa berfantasi dan mengekspresikan diri.

Anak juga belajar bersosialisasi, berbicara satu dengan lainnya lewat bermain.

Itulah sebabnya, jenjang TK tak bakal menjadi prasyarat masuk SD, tapi Bambang berpendapat, TK lebih bermanfaat. “Karena anak akan mengenal nuansa yang bakal ditemuinya di SD, seperti bahwa sekolah itu belajar aturan. Nah, di rumah, kan, tidak ada aturan seperti dalam belajar kelompok, bermainbersama, patuh pada guru dan disiplin kelas,” ujar pendidik yang bersama istrinya menulis buku Seri Mengembangkan Potensi Bawaan Anak.

Anak yang sudah bersekolah di kelompok bermain umumnya akan lebih mudah menyesuaikan diri saat masuk TK. Minimal, anak tak “kaget” saat menemui lingkungan baru. Ia sudah bisa bermain dan mampu bersosialisasi dan terbiasa menerima instruksi dari orang lain selain orang tuanya.

Tak lupa ia berpesan agar orang tua melakukan survei ke sekolah yang dituju.
Dengan mengetahui apa yang diprogramkan oleh sekolah dan apa yang kita siapkan, maka kita akan tahu mana sekolah yang cocok untuk anak kita.

Santi Hartono. Ferdi/nakita.

suara binatang…

suatu malam..
dalam acara rutin, makan malam bersama.. daddy dan O’i..
mommy masih sibuk di meja dapur.. yang jaraknya cuman sejengkal doang..

“O’i.. kambing suaranya gimana ??”

“mbeeeee”

“pinter ya anak daddy… “

“trus.. kalo sapi ??? gimana suaranya ??”

“mmmmmmuuuuuuuuuuuuuuuuuuu”

“hebat deh.. O’i hebat ya..”
ujar daddy sambil mengangkat jempol besarnya untuk memberi pujian kepada putri kecilnya..

“battt..”
O’i ga mo kalah, mengangkat jempol mungilnya juga

“trus.. trus.. kalo babi gimana suaranya ??”

—- O’i terdiam sejenak.. mengeryitkan jidatnya.. —-

“babiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH”

 

*****************************************

hahhahahhahhaha..
lucu ya ?????

seinget mommy, emang kayaknya O’i blum mommy ajarin suara babi ya ? abisnya susah sih.. ada buku yang bersuara babi.. tapi bunyinya “grok grok”… ga enak kedengerannya.. trus kalo ga.. ya “oink oink”.. huh, mirip O’i dong.. :D .. atau, ada “nguik nguik” ya..

kan susah ya.. makanya blum ada deh suara babi.. hihihihi

tapi kok bisa-bisa nya, si O’i bilang “babiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii”

hahhahhahhaa….
nada ngomong “babi” – nya itu loh.. sama seperti ngomong “mbeeeeee” and “mmmmmmuuuu”
coba deh… diucapkan…

lucu banget kan jadinya…
hahahahahha

O’i…. O’i….
*gemesssssss*

smua gara-gara KAMU !!!!

yaaa.. sapa lagi, kalo bukan PRT..

smua gara-gara kamu..
selama kurang lebih 1,5bulan..
aku ga bisa chatting
ga bisa nge-blog
ga bisa browsing
ga bisa bobo
ga bisa santai..

huh !!!

ga balik lagi tuh bocah..
ditanyain balik kagak.. dengan yakin bilang balik..

ternyata ga balik..

kalo tau ga balik mah, ga bakal tuh gua kasih pulang tanggal 7September.. gila aja.. nyebelin..

dah dibaek2in.. malah ngelunjak… tau gitu, gua gebukin aja ya.. jadi kan enak.. kl ga balik lagi ke gua, ada alesannya.. “nyonyanya galak.. saya digebukin..” gitu kan enak..

terulang lagi deh peristiwa taon lalu..
heran.. gua terlalu baik apa ya ??
ada crita yang majikannya agak sadis.. alias.. masih disuruh nyetrika jam 11 malem.. makan disendokin.. nyuci baju setiap saat.. ( punya anak kecil juga ) malah balik tuh babu..
di rumah gua mah.. jam 8malem dah rapi-rapi.. kl ada yang blum kelar, ya besok lagi.. makan bebas.. nyuci baju anak sore ajah.. ehhh ga balik.. heran.. heran..

ada yang bilang, mustinya gajinya ditahan..
tapi kok gua brasa ga enak ya.. soalnya, gaji kan hak mereka, mereka dah kerja kok..
gua cuman tahan THR.. toh blum setahun kerja juga.. baru 7bulan.. jadi gua janjiin, kl balik, biarpun dia pulkam 3minggu, gua gaji full deh.. ehhh ga balik juga.. eleh.. eleh…

dah males banget deh cari PRT..
di yayasan ongkosnya mahal bener..  antara 600rb-800rb
di calo, ga murah juga.. tapi ga ada jaminan, walau sebenernya di yayasan juga blum tentu ada jaminan ganti orang sih kalo ga cocok.. ongkosnya 200rb-400rb

setelah 1,5bulan bertahan tanpa PRT..
cape juga ya.. masuk angin mulu gua.. krn musti cuci baju O’i malem.. pas O’i bobo.. sekalian kan clana bekas ompolnya seharian..

abisnya nyonyah kecilnya ini kepow.. want to knowwww ajah.. mo ikut2 mulu..

“iyat.. iyat.. iyat mami ci nana O’i”
liat.. liat.. liat mommy cuci clana O’i

hehhehe.. jadi repot kan ??

jadi rencananya adalah.. cari PRT baru..
tapi malesssssssssssssssss…

dan bener aja..
terulang lagi masalah taon lalu..
para PRT maunya berdua !!
ampun deh.. ngapain juga rumah kecil dikeroyok berdua ??
yang ada ntar gua kayak asrama.. mreka cuman numpang tidur, gosip en makan.. ahhh males banget kannn

ahhh.. setelah dpt pembantu dari calo.. yang dianter sore, besok pagi minta pulang..
dapet pembantu pulang harian..
wah.. bagus juga nih pembantu.. direkomen tetangga gua..

ehhh tiba-tiba datang pembantu lagi..
yang sekarang ini nih..
baru seminggu..

moga2 aja ga cabut lagi..
heran deh kl sampe ga betah di rumah gua..

soalnya, gua kan fokus sama O’i.. jadi asal kerjaan ga ancur2 banget, gua merem lah..
gua ga bisa awasin tiap waktu..
yang penting jujur en ga nyolong..

heran ya.. pengen baik sama orang.. tapi kok gitu ? ga balik mulu PRT gua..
tetangga nya temen gua ada yang memperlakukan PRT kayak kasta terendah, malah balik..

apa PRT harus diperlakukan gitu ya ?
ga tega gua sebenernya.. tapi kok kenyataannya yang digituin, malah bisa balik..

*bingung*

 

selamat ulang tahun..

happy birthday

happy birthday

siap siap yaaaaaaaaa…

bentar lagi nih..

ada “novel”.. siap-siap pegel bacanya.. hehhehhehehhe

*pede banget siiihhhhh*

bersih.. bersih…

duuuuhh.. banyak debunya nehh..

buset deh.. dah lama ga dikunjungi.. kasian deh kamu..

maap ya.. ini smua gara-gara babu-babu kurang ajar yang ga tau diri..

rumah jadi pada berdebu.. payah deh..

padahal.. ada fans yang menunggu loh..

hehhehhe..

okeh deh..
dah bersih nih dari debu..

silakan berkunjung lagi yaaaaa..

12 hari tanpa mu…

12 hari tanpa mu..
ooh.. pembantu ku..

baru tanggal 7 kau minta mudik..
ku protes tak kau usik..
karna katanya kau ada urusan di udik..
ya sudah terserah kau lah bik..

tapi ku bisa tuh tanpamu..
nyapu, ngepel, nyuci baju, nyuci piring, nyetrika,masak..

dan mengurus nyonyah kecilku..
yang sesekali membantu dengan caranya yang lucu..

katanya kau pulang 3hari setelah hari raya..
coba kita buktikan bersama..

andai kau tak kembali..
bukan masalah yang berarti..
ku bisa kerjakan sendiri..
pekerjaan sehari-hari ini..

kreatip VS pelit

Hmmm…. membahas tentang maenan O’i, yang ternyata si O’i malah lebih demen barang beneran daripada maenan.. ampe kuciwa deh bli-in maenan mahal-mahal.. cuman ditengok sebentar.. trus udah.. ditinggal..
Dari bebi dibeliin rattle.. ga suka.. malah lebih tertarik botol minya telon.. or botol bekas CDR.. ya sud.. tuh botol bekas minya telon en CDR dicuci,keringin, isi kacang ijo.. kalo lagi iseng.. cari-cari gambar di majalah, tempel deh gambarnya.. jadi.. rattle jadi-jadi’an :D .. bisa bunyi kalo digoyang-goyangin.. “cek ke cek ke cek”… ihihihi..
Trus ada juga.. yang buat ngenggem itu tuh..yang dalemnya kayak plastik.. beli juga.. berbentuk buku.. ehhh.. cuman bentar doang.. ya bikin aja sendiri.. kaos kaki bayi, isi plastik..jait.. pas segenggem’an tangan si O’i.. demen deh dia..
Dibeliin hape2an.. kurang menarik juga.. maunya hape beneran.. ya udah.. bekas kesing hape.. tempelin gambar.. di selotip.. jadi deh.. hape2an yang menyerupai hape beneran..hehheh..tapi tetep kurang menarik bagi O’i.. karna ga bisa bunyi.. dipencet-pencet juga gambarnya itu itu juga.. hahhahahhah
maenan O'i..

maenan O'i..

 Demennya kardus-kardus bekas.. bekas cornflakes.. bekas teh kembang.. bekas susu.. pokoknya kardus deh.. hehhehhe… disusun-susun jadi tower.. trus dijatohin.. heboh kan tuh.. seneng deh dia.. ketawa-ketawa senang.. trus susun lagi.. tabrak lagi.. ampe bosen..

dus dus kardus..

dus dus kardus..

Waktu mandi.. dibeli-in maenan yang buat nemenin mandi.. tertarik cuman sebentar.. pengennya mencet-mencet botol sampo.. or nge’crot-nge’crot botol sabun cair.. ngambil sikat gigi.. tempat soflens.. ampe cairan soflens di buka, trus dituang.. *ssshhhhh* ..
di kala mandi..

di kala mandi..

Sebenernya irit ya.. kalo emang maunya kayak gitu doang. hehhehehe… tapi masa sih ga punya maen’an yang bagus.. kasian amat.. ampe mamah geleng-geleng kepala kalo ke rumah.. liat maenan O’i kok barang bekas smua.. kata mamah, “iihh.. kayak pemulung aja”.. hehheheh…
Saat O’i dah bisa pegang-lempar-tangkep-kejer bola.. hmmm.. maen bowling lucu juga kali ya… tapi kapan belinya.. ke ITC aja jarang.. ehh.. pas blanja bulanan.. item wajib beli adalah molto ultra.. lagi promo.. masa harga rifil nya sama yang ada botolnya sama ?? ya udah..  tetep pilih yang botol dong.. *ga mau rugi* langsung deh  terpikir  botol2 bekas moltonya buat pin bowlingnya.. entar tinggal beli bola nya.. hehhhehehhe…  ada kali 4bulan-an ngumpulin botol molto… sengaja, belinya warna warni.. biar bagus.. kemaren pas blanja bulanan, ternyata harganya udah beda tuh yang rifil sama yang botol.. beda 2ribu.. hihihihihi.. untung   botol nya dah banyak.. cukup lah buat maen bowling..  jadi bli yang rifil dong.. kakkakkakkakka… trs.. tinggal modalin bli bola.. jadi deh maen bowling sama O’i.. asik kaaannnn… :D
bowling-nya O'i

bowling-nya O'i

Bukan bermaksud pelit sih.. pas lagi kreatip aja..hehheh.. toh maenan begini aja, si O’i seneng banget kok… ampe jingkrak-jingkrak maennya..
Tapi ya.. yang aneh.. kalo lagi maen ke rumah tetangga.. yang maenannya “bener-bener” maenan dan bagus-bagus, bermerk pula.. kok suka ya ??? 
ahhh.. sudahlah.. yang penting kita hepi ya, sayang.. O’i juga punya kok maenan yang serius-serius.. kayak buku.. or puzzles.. mommy ga bisa bikin buku en puzzles :D

duuuuuuuusssssssssshhhhh…

di minggu ini, entah kenapa si O’i susah banget disuruh bobo siang, yang mengakibatkan mommy susah untuk internet-an.. kkekkekeke…

kacaunya, kalo mommy ngantuk, O’i ga ngantuk.. duuuhh.. menyeramkan..
bobo berduaan di boks.. maksudnya mo pura-pura bobo biar O’i ikutan bobo.. ehh.. yang ada ketiduran.. bangun-bangun tau2 nih anak lagi narik2 gorden mo liat ke luar.. penasaraan banget sampe tuh kaki dan nangkring di pager boks.. kebangun ampe langsung deg-deg’an takut nih bocah jatoh.. *amit-amit*

dah deh..sekarang kl O’i ga mo bobo, mommy tetep internet-an aja.. daripada mommy ketiduran, ga tau O’i lagi ngapain.. *alasanDOTcom* hehhehhe

mommy buka leptob di sebelah boks O’i..
laga-laga nya sih  nih anak dah ngantuk.. mata dah beler.. tapi heran deh masih mau maennnnnnnn.. ajah..
daripada ntar mommy online, O’i pengen ikutan.. kasih maenan aja deh..

bermodal tutup bolpen sama jepit jemuran.. hehhehhe.. kasian banget ye maenannya.. abisnya demennya yang kayak gitu sih.. dikasih maenan beneran, kurang napsu.. lebih menarik barang-barang yang “beneran” daripada maenan.. hehhehhe..

dan ternyata kreatip juga nih anak..
tiba-tiba terdengar suara.. “duuuuussssssshhhhhhhhhh” dari arah boks..

hmmm.. ngapain nih anak ??

 

*duuuuussssssssshhhhh*

*duuuuussssssssshhhhh*

hihihi.. tutup bolpen en jepitan jemurannya , dijadiin pesawat ama Ó’i.. trus critanya persawatnya terbang.. *duuuuusssssshhhhhhh* gitu katanya.. hehheh 
 “O’i maen apa ?”
“wat.. dusssss”
“ooo.. pesawat ya.. trus terbang.. dussssssshhhh”
“he eh”
  
hehhehheh.. lucu ya..
padahal liat deh.. mukanya dah beler banget tuh..ngantuk..
abis bikin pesawat ini, coba bobo’in lagi.. trus bobo deh..
asik asik…
online..online.. mommy online.. online !!!

bola-bola daging tomat…

ini mah dapet nyontek dari majalah mother&baby ( judul aslinya : meatballs with tomato sauce :D )
kali ini bukan rekayasa pribadi..hehhehheh..
tapi dimodif lagi, sesuai adanya bahan di kulkas.. hehhehhehhe

bahan :
daging sapi has dalam, cincang
tomat 1buah, rebus, buang kulitnya, blender halus
irisan bawang bombay
irisan bawang putih

caranya :
bulet-bulet cincang’an daging ( se-caplok’an O’i  .. hehhe )
rebus bentar sampe mateng.. air kaldunya sisihin..

tumis bawang bombay&bawang putih sampe wangi..
masukkin tomat, masukkin air kaldu rebusan daging..
kasih gula-garem-lada dikit..
tunggu ampe mendidih..  jadi deh…

ntar kalo tiba waktunya makan, tinggal disirem-in ke bola-bola dagingnya..

bola-bola daging tomat

bola-bola daging tomat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

nyam nyam..

my little nyonyah likes it !!!

Next Page »


 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Previously On erNie’s